Ads

external article

Massy-Edu. Powered by Blogger.
1 2 3 4 5 6

Periodic Table Quiz 1.1

software ini terdiri dari 801 pertanyaan yang didesain untuk menguji pengetahuan kita akan sistem periodik, elemen dan sifatnya, serta reaksi kimia. terdapat berbagai variasi pertanyaan dengan topik yang bermacam-macam. terdapat juga pertanyaan yang berdasarkan gambar


Features

Contains questions on;
  1. symbol
  2. atomic number
  3. atomic weight
  4. Periodic Table trends
  5. discovery information (who, when and where)
  6. grouping detail
  7. boiling point
  8. melting point
  9. density
  10. state at 298K, 1 atmosphere pressure
  11. colour
  12. electron configuration
  13. atomic volume
  14. electronegativity (Pauling scale)
  15. magnetic ordering
  16. speed of sound
  17. energy levels

  18. and general chemistry and chemical processes.

Click here to download Periodic Table Quiz 1.1

screenshot




jujur, penulis belum sempat mencoba software ini (karena penulis menggunakan OS linux, bukan windows). tapi melihat screenshot dan tujuan dari dibuatnya software ini, sepertinya layak dicoba untuk menambah resource kita dalam belajar kimia.

semoga membantu

sumber : jejaringkimia.blogspot.com


9:37 PM | 3 comments | Read More

Adakah anak Jenius Indonesia?

“If I have been able to see further,

it was only because I stood on the shoulders of Giants”.
--- Isaac Newton (1643-1727) --- 



Apakah anak-anak Indonesia setara kecerdasannya dengan anak-anak bangsa-bangsa maju di dunia? Kalau anda melihat deretan prestasi Prof. Yohanes Surya dan anak-anak asuhannya, jawabannya adalah, tidak.Samasekali tidak.

Anak-anak Indonesia lebih unggul, lebih cerdas, lebih genius dibanding anak-anak dari bangsa-bangsa lainnya, termasuk dari bangsa-bangsa maju!

Di bawah bimbingannya, anak-anak Indonesia berkali-kali merebut gelar juara berbagai olimpiade fisika dan sains dunia yang sangat bergengsi. Mereka bahkan mengalahkan anak-anak dari China, Amerika, Jerman,Inggris, India, Korea Selatan, Australia, dan Israel.

Bangsa-bangsa itu yang masih mengira Indonesia adalah bangsa yang terbelakang akan terkejut karena Indonesia tidak hanya setara dengan mereka, tapi bahkantelah melampaui mereka.

Prof Yohanes Surya dan para anak didiknya yang istimewa, cerdas, danpantang menyerah, benar-benar membuat harum nama Indonesia di dunia.

lima tahun yang lalu, 2006, Republik Indonesia berhasil secara spektakuler merebut juara dunia Olimpiade Fisika Internasional ke 37 di Singapura, ”37th International Physics Olympiad”. Inilah Olimpiade Fisika terbesar sepanjang sejarah, diikuti para siswa paling cerdas dari 85 negara, dan kita berhasil menjuarainya!

Kita berhasil merebut total 4 Emas, dan 1 Perak, bahkan Jepang saja hanya dapat 3 Perunggu! Ini membuktikan bahwa anak-anak Indonesia tidak sejajar dengan anak-anak cerdas lain di dunia, kita adalah juara, pemenang, nomor 1, lebih hebat dari semua lainnya.

April 2009, Indonesia berhasil lagi menjadi Juara Umum di International Conference of Young Scientists (ICYS) di Polandia, mengalahkan pelajar dari negara-negara maju seperti Jerman, Belanda, Amerika, dan Rusia!

Total 6 Emas direbut anak-anak Indonesia dari berbagai bidang ilmu, sementara peserta-peserta dari negara maju hanya mampu dapat paling banyak 3 emas.

Tim IPhO 37, 2006, Singapura.



 Di Singapura 2006, seorang anak Indonesia asuhan Yohanes Suryaberhasil menjadi ”The Absolute Winner”, juara dunia IPhO, yang terbaikmengalahkan 386 anak-anak paling cerdas di negaranya masing-masing. Saat itu, tidak ada yang menyangka Indonesia bisa mendapat medali apapun.

Tapi bukan hanya mendapat medali, anak-anak Indonesia justru mendominasi olimpiade sains bergengsi itu, dan merebut emas paling banyak. Benar-benar surprise yang spektakuler. Sang pemenang besar itu adalah Jonathan Mailoa, anak genius yang sekarang telah belajar di MIT, Massachusetts Institute of Technology.

Dan tidak itu saja. Yang juga mengejutkan adalah peserta termuda genius yang berhasil merebut medali perak. Dia masih kecil, baru SMP, dan kemenangannya membuat seluruh penonton dan perwakilan dari seluruh dunia tertegun dan takjub. Nama anak itu adalah Muhammad Firmansyah Kasim. Para wakil peserta terheran-heran, bagaimana anak sekecil ini bisa memecahkan persoalan fisika yang begitu kompleks, setara S-2 dan bahkan menjadi salah satu juara? Firman memang bukan anak kecil biasa.

Tahun 2007, Firman kembali mencapai prestasi yang bahkan lebih spektakuler. Ia berhasil merebut emas di kejuaraan dunia “8th Asian Physics Olympiad (APhO)” di, Shanghai, China. Mengalahkan anak-anak terbaik China, di China, adalah sebuah prestasi yang heroik. 

Saat itu dia masih kelas 1 SMA (SMA Athirah Makasar), sementara pesaing-pesaingnya, anak-anak terbaik dari seluruh dunia, terutama dari China (yang berpenduduk 1,3 milyar), kebanyakan sudah kelas tiga. Dari5 anak yang berhasil merebut emas, 4 dari China, dan hanya satu yang dari luar China, yaitu dari Indonesia, Muhammad Firmansyah Kasim, dan dia pun bahkan adalah peserta paling muda.

Banyak juga anak-anak genius Indonesia justru datang dari daerah yang seringkali kita anggap sebagai daerah tertinggal, Papua. Ternyata dalam melahirkan manusia-manusia genius, mereka samasekali tidak tertinggal.

Bahkan disana banyak anak-anak yang kecerdasannya tidak akan tertandingi oleh kebanyakan anak-anak paling cerdas di daerah-daerah lainnya. Anak-anak genius itu adalah George Saa, Anike Bowaire, Andrey Awoitauw, Rudolf Surya Bonay, Jane Ansanay, Zacharias Viktor Kareth,dan masih banyak lainnya.

Brilliant Minds, dari Papua

George Saa, adalah pemenang “First Step to Nobel Prize in Physics” 2004, dan hanya anak-anak paling cerdas di seluruh dunia, para genius mudacalon-calon peraih Nobel yang mampu meraihnya.

Hasil penelitiannya yang berjudul “Infinite Triangle and Hexagonal Lattice Networks of Identical Resistor” mengalahkan ratusan karya terbaik yang dikirim peserta-peserta dari 73 negara di dunia. Setiap karya yang masuk akan dinilai 30 ahli-ahli fisika dari 25 negara. Dan juri memutuskan pemenangnya adalah George Saa, dari Indonesia.

Hebatnya, George (Oge) bisa mempunyai pemikiran yang sejauh itu dariPapua. Kita tahu disana fasilitasnya, buku-buku, alat-alat laboratorium, apalagi internet, semua begitu terbatas. Bahkan Oge kadang juga terpaksa tidak bersekolah karena tak punya ongkos, atau harus membantu ayahnya di ladang. Sesuatu yang tentu saja akan membuatnya menangis berjam-jam. Belum lagi buku yang seringkali tidak bisa terbeli.

Ada satu hal yang heroik yang bisa kita pelajari dari sini, bahkan oleh tokoh-tokoh besar dan pejabat di Jakarta. Kalau kemauan kita cukup kuat, tidak akan ada lagi yang tidak mungkin. Tidak akan ada apapun yang bisa menghalangi seseorang dengan kemauan yang cukup besar.

Dan uang, adalah masalah omong kosong. Kalau anda membaca buku di perpustakaan, gratis tanpa biaya, dan anda membacanya seperti orang gila dari pagi sampai malam, tidak akan ada yang bisa mengalahkan anda, bahkan di seluruh dunia.

"Uang bukan segala-galanya untuk maju.

Selalu ada jalan untuk menimba ilmu."

--- George Saa --- 


Dan George beruntung karena akhirnya dia mendapat bimbingan dari seorang profesor terbaik di Indonesia, Prof. Yohanes Surya. Dengan bimbingan yang unggul, terbukti setiap anak Indonesia, semuanya, bisa jadi yang terunggul.

Di tahun 2005, gadis cilik Anike Bowaire dari SMU Negeri 1 Serui, Papua,gantian meraih “The First Step to Nobel Prize in Physics” di Warsawa, Polandia. Makalahnya yang berjudul berjudul “Chaos in an Accelerated Rotating Horizontal Spring” dianggap sangat kreatif dan original.



Seorang anak SMU yang mengenal Teori Chaos (keteraturan dalam chaos) sebenarnya nyaris adalah sebuah keajaiban. Tapi seorang anak SMU yang bisa menciptakan teori sendiri tentang Chaos, adalah sesuatu yang nyaris mustahil. Tapi itulah keajaiban besar yang datang dariPapua.

Anike sudah membuat harum nama Indonesia, padahal umurnya pun belum 20 tahun. Karena senangnya belajar, Anike bisa membaca dan belajar dari pagi buta sampai tengah malam. Orang-orang mungkin akan bertanya, ”kenapa?”.

Jawabannya sederhana. Karena ia senang dengan fisika, dan dunia fisika. Baginya, fisika adalah keajaiban.

Setiap benda-benda dan pergerakan segala sesuatu di alam semesta, dari quark sampai galaksi, adalah keajaiban, teka-teki dari Tuhan Yang Maha Baik. Setiap fenomenanya, dari cahaya, gravitasi, sampai Lubang Hitam di pusat tata-surya adalah tantangan yang seru untuk dipecahkan.
Teka-teki yang kadang-kadang bisa dipecahkan dengan jawaban yang kreatif dan paling sederhana.



“Kesenangan yang lain adalah setelah saya dapat emas, kawan-kawan di Papua yang sebelumnya selalu tertawa melihat saya setiap sore ikut les bahasa Inggris kini mulai rajin belajar.”

---Anike Bowaire, 20 tahun, keteladanan--- 


Banyak lagi anak-anak Papua yang memiliki prestasi spektakuler. Rudolf Surya Bonay Andrey Awoitauw (20 tahun, lahir 7 Desember 1988), adalah pemenang “The First Step to Nobel Prize in Chemistry” di tahun 2006 danmendapat medali emas Olimpiade Sains Nasional (2005) mengalahkan Ivan Kristanto, juara dunia dari Jakarta.

Ada juga Jane Ansanay danZacharias Viktor Kareth yang akan mengikuti Olimpiade Fisika Asia di Vietnam. Indonesia benar-benar dianugerahi Tuhan begitu banyak anak-anak cemerlang. Mereka tersebar di seluruh penjuru Indonesia bahkan sampai ke pelosok-pelosok terpencil.

Ada Pangus Ho, Irwan Ade Putra dan Andy Oktavian Latief yang bersama Jonathan Mailoa mendapat emas di IphO 2006 di Singapura.

Ada Dhina Pramita Susanti (16 tahun), yang bersama Anike Bowairemendapat emas di “The First Step to Nobel Prize in Physics” ke-13 di Warsawa, Polandia 2005. Dia juga belajar di bawah bimbingan Prof Yohanes Surya.

Dina yang masih remaja kecil ini saat akan ke Polandia berjuang dengan tidur hanya empat jam sehari, selama 4 bulan, untuk bisa menguasai soal-soal yang hanya dimengerti mahasiswa-mahasiswafisika tingkat pasca sarjana. Benar-benar keteguhan yang menakjubkan.

Ada juga Stephanie Senna , murid SLTP Ipeka Tomang yang menjadianak Indonesia pertama yang meraih emas di Internasional Biology Olympiad di Saskatoon, Kanada 2007. Dia juga pernah meraih gelar “The Best Experimental Winner” di “International Junior Science Olympiad”2004 di Jakarta.

Di ajang bergengsi yang diikuti 30 negara ini Indonesia kembali menjadi juara umum dengan memborong 8 medali emas, 4 perak, ”Best Experimental Winner” dan “Absolute Winner”. Taiwan mendapat 5 Emas, dan bahkan Korea Selatan dan Rusia saja hanya dapat 1 Emas.

Ada juga anak 13 tahun dari Cilacap bernama Azis Adi Suyono. Ia benar-benar seperti Lintang di cerita Laskar Pelangi. Sekolahnya jauh, dan harus menyeberangi sungai dan rawa-rawa. Anak genius inilah yang merebut gelar ”Absolute Winner” di Olimpiade Sains Junior Internasional 2004 di Jakarta.

Anak dari keluarga sederhana, dan bersekolah di sekolah terpencil di desa Jojok, Kotawaru Cilacap ini mampu mengalahkan pelajar-pelajar terbaik dari Korea, Taiwan dan Rusia yang mempunyai sistem pendidikan terbaik dan fasilitas super canggih.

Presiden SBY pun kagum padanya. Azis termasuk dalam salahsatu penerima Anugerah Kehormatan Satyalancana Wira Karya yang diberikan di Istana Negara kepada anak-anak Indonesia yang telah mengharumkan nama Indonesia dalam berbagai lomba sains internasional.

Kenapa Azis bisa begitu hebat? Karena baginya fisika itu asyik. Fisika membuatnya bisa mengkhayal tentang begitu banyak hal-hal ajaib di alam semesta. Dia membayangan keajaiban kecepatan cahaya, dan impiannya adalah bila seandainya dia bisa terbang melebihi kecepatan cahaya, maka ”Waktu” akan berhenti.

Mungkin kalau manusia sudah benar-benar menguasai Relativitas Ruang-Waktu, maka manusia bisa mengendalikan waktu, dan melakukan ”time travel” seperti di film-film sains-fiksi.
Mungkin kalau kita tidak bisa menemukan Lintang yang ada di Laskar Pelangi, maka Azis Adi Suyono akan menjadi kembaran Lintang yang sejati. Seorang anak kecil yang ditakdirkan menjadi secemerlang Einstein dan Newton.

Dari Klaten, sebuah kota kecil di dekat Yogyakarta, kita akan menemukan seorang anak sederhana bernama Ad Masyhur Aziz Hilmy. Umurnya baru16 tahun waktu dia menjuarai Olimpiade Astronomi Internasional 2004 diUkraina.

Azis yang seringkali tidak punya uang untuk membeli buku, bisa menjadijuara sains tingkat dunia. Karena tidak punya uang untuk membeli buku, maka ia memuaskan keingintahuannya tentang luar angkasa dengan membaca di perpustakaan sekolahnya sepanjang hari.
Kalau bukunya sudah habis, dia akan pergi ke Yogya, dan dia akan ke pergi toko buku di mal atau perpustakaan, dan membaca disana sampai 5-6 jam.



Wisdom begins in Wonder..
Socrates (469-399SM)

Kenapa dia begitu suka astronomi?
Waktu masih SD, dia pernah membaca sebuah buku yang ringan dan populer. Disana, dia bisa melihat berbagai macam benda angkasa yang menakjubkan, bulan, bintang, planet-planet lain d luar Bumi, galaksi raksasa, tata-surya, nebula yang indah. Sebuah buku Astronomi Populer. Dan pikirannya terbuka, seperti Newton.

(Sumber dari majalah Tempo/From: Apakah anak-anak Indonesia setara kecerdasannya dengan anak-anak bangsa-bangsa maju di dunia?)
9:16 AM | 1 comments | Read More

free KBBI Offline dan Online



ketika belajar bahasa indonesia, kita sering dihadapkan dengan permasalaha kata baku. praktik atau praktek, dan lain sebagainya. solusi yang paling pasti adalah dengan membuka KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). di dalam KBBI terdapat semu kata-kata baku yang ada daam bahasa Indonesia.

pertanyaannya, apakah anda punya KBBI di rumah? bagi teman-teman pelajar tak usah bingung. karena saat ini ada software online (web-Based) dan Offline KBBI yang bisa kita gunakan apabila kita kesulitan dalam menentukan baku tidaknya suatu kata.

KBBI Online
untuk yang online, kita bisa mengakses KBBI dengan mengunjungi KBBI yang telah disediakan oleh kemdiknas. ingin mencoba melihat dan menggunakan? silahkan klik link di bawah ini



KBBI Offline
bagaimana jika kita sedang tidak berada di warnet? atau tidak mempunya koneksi di rumah? tak usah panik dulu. :D karena ada developer Indonesia yang telah mencurahkan waktu dan fikirannya untuk membuat KBBI offline secara gratis. beliau adalah mas Ebta. teman-teman bisa mengunjungi situsnya di http://www.ebsoft.web.id. di sana terdapat beberapa karya mas ebta yang sayang kalau dilewatkan.

Bagi sahabat sekalian yang mau download dapat langsung di bawah ini




sumber :http://softwarehalal.blogspot.com/
10:40 PM | 1 comments | Read More

Video proses replikasi, transkripsi dan translasi DNA

DNA, salah satu wujud kekuasaan sang pencipta. bagaimana kerumitan dan keteraturannya yang belum bisa ditandingi oleh teknologi teranggih sekalipun.



berikut adalah beberapa video yang semoga bisa menjadi pencerahan bagi penulis dan pembaca dalam memahami proses molekuler yang terjadi pada replikasi DNA.


replikasi DNA
 

transkripsi RNA


translasi protein


sumber :sciencebiotech.net
5:53 PM | 3 comments | Read More

fakta menarik Matematik (part 1)


  • Matematika sangat  penting dalam berbagai jenis pekerjaan, termasuk teknik, bisnis, ilmu pengetahuan, kedokteran dan banyak lagi. 
  • diyakini bahwa orang Mesir kuno sudah menggunakan matematika yang kompleks seperti aljabar, aritmatika dan geometri jauuuh 3000 SM. 
  • sebagian besar simbol matematika diciptakan sesudah abad ke-16. Sebelum waktu ini persamaan matematika ditulis dalam kata-kata, sangat memakan waktu. 
  • Pemotongan kue menjadi 8 bagian yang mungkin dengan hanya 3 iris, bagaimana caranya?
  •  Icosagon adalah sebuah bentuk dengan 20 sisi. 
  •  Sebuah paralelogram tiga dimensi juga disebut parallelpiped
  • Trigonometri adalah studi tentang hubungan antara sudut segitiga dan sisi mereka. 
  • Sepuluh bilangan prima terkecil adalah: 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29. 
  • Nama dari mesin pencari populer 'Google' berasal dari ejaan dari kata 'googol', yang merupakan jumlah yang sangat, sangat besar (nomor satu diikuti oleh seratus nol di belakangnya). 
  • Sebuah 'googolplex' adalah nomor 1 diikuti oleh googol nol, jumlah ini sangat besar sehingga tidak dapat ditulis karena tidak ada cukup ruang yang ada di alam semesta sesuai. Hal ini juga akan sangat memakan waktu yang jauh lebih lama dari umur alam semesta itu sendiri hanya untuk menulis angka. 
  • Pi nomor (rasio lingkar dengan diameter lingkaran) tidak dapat dinyatakan sebagai pecahan, ini berarti itu adalah bilangan irasional. Ketika ditulis dalam desimal, bilangan irasional tidak pernah berulang dan tidak akan pernah berakhir. 
  • Berikut adalah pi ditulis untuk 50 tempat desimal: 3,141 592 653 589 793 238 462 643 383 279 502 884 197 169 399 375 10 
  • Jika dua kuantitas memiliki rasio sekitar 1.618, mereka dikatakan dalam rasio emas. Rasio ini telah digunakan sepanjang sejarah untuk merancang karya seni estetis menyenangkan seperti Parthenon. Hal ini juga muncul dalam lukisan, musik, desain buku, dan bahkan di alam.
1:59 AM | 3 comments | Read More

have fun, dengan perkalian puluhan

setelah sebelumnya belajar untuk berhitung perkalian antara 6-10 dengan jari . maka sekarang massyEdu dapat suatu cara yang lumayan seru ya untuk di share. walaupun cara ini sekilas sama saja dengan hitung2an manual, tapi sedikit terasa lebih 'fun' sekaligus itung-itung tambah ilmu.

to the point aja guys.

langkah-langkah secara umum adalah:
  1. untuk dapatkan bilangan satuan, kalikan bilangan satuan untuk mendapat angka terakkhir. simpan jika ada yang perlu di simpan
  2. untuk bilangan puluhan kalikan silang kemudian jumlahkan. simpan juka ada yang perlu disimpan
  3. untuk angka ratusan (dan ribuan terkadang) kalikan angka puluhan, simpan jika ada yang perlu disimpan
contoh:

berapakah hasil dari 13 x 12 ?
 1 3
 1 2
 ---- x
  1.  Untuk memperoleh angka terakhir jawaban kalikan 2 angka di kanan yaitu 3 x 2 = 6 
  2. Untuk memperoleh angka tengah jawaban kalikan secara silang angka-angka tersebut kemudian hasilnya dijumlahkan, 1 x 2 + 3 x 1 = 5 
  3. Untuk memperoleh angka pertama jawaban, kalikan kedua angka dikiri 1 x 1 = 1,
 Maka 13 x 12 = 156

Atau berapakah 27 x 21 ?
  1. Untuk memperoleh angka terakhir jawaban kalikan 2 angka di kanan yaitu 7 x 1 = 7 
  2. Untuk memperoleh angka tengah jawaban kalikan secara silang angka-angka tersebut kemudian hasilnya dijumlahkan, 2 x 1 + 7 x 2 = 2 + 14 = 16 (diperoleh 6 dan angka 1 disimpan) 
  3. Untuk memperoleh angka pertama jawaban, kalikan kedua angka dikir 2 x 2 = 4, selanjutnya jumlahkan dengan dengan angka yang disimpan , 4 + 1 = 5 
Maka 27 x 21 adalah 567


insya Allah menyenangkan ya?
:p
semangat belajar.
5:46 PM | 3 comments | Read More